Posted on 24-09-2009
Filed Under (Uncategorized) by cadink

“Jengah” (optimis) kalau orang Bali sebut. Begitulah perasaan yang timbul saat ini.  “Kapan kamu seperti saya ?”, itu merupakan ungkapan dari seseorang yang menggugah hati saya untuk berusaha. Sebenarnya saya sudah berpikir untuk hal itu namun apa boleh buat, faktor keadaan tidak mendukung untuk hal itu. Siapa sih yang tidak mau maju, pasti semua orang berharap untuk maju kecuali sakit jiwa :D) . Rejeki itu kalau saya ibaratkan seperti air dalam  gelas / galon. Apabila kita terlahir ibarat sebuah gelas maka segelas saja kita dapat terisi air dan bila kita terlahir ibarat galon maka segalonlah kita dapat terisi air. Begitu pula dengan rejeki yang kita peroleh dari Tuhan. Tuhan memberikan kita rejeki segalon namun kita hanyalah sebuah gelas maka rejeki yang kita peroleh hanya sepenuh gelas dan sisanya akan tumpah. Berusaha, berusaha dan berusaha merupakan jawaban yang tepat untuk pertanyaan tersebut.

    Read More   

Comments

ANDY on 7 October, 2009 at 1:09 pm #

Yup….hanya orang bodoh yang al mau maju. Kunjungi blog saya ya


made gelgel on 9 October, 2009 at 5:59 am #

setuju bli, ini yang membuat kita semakin maju!


pushandaka on 12 October, 2009 at 2:29 am #

Kalau menurut saya, jengah itu bukan optimis artinya. Jengah itu seperti terpacu, terlecut, atau tergugah.

Tapi, saya setuju dengan tulisan anda bli. Diawali dengan jengah, lalu berusaha semampu kita. Diakhiri dengan pasrah (doa) akan lebih baik. *saya kadang alpa di bagian pasrahnya :P


annas on 20 October, 2009 at 3:15 am #

bener mas, saya skr dalam persimpangan euy


tiny on 22 November, 2009 at 6:01 am #

hai hai hai…

thanx dah berkunjung di blog q.

tulisan di blog kamu bagus banget….
emang bener bgt yang kmu bilang.

jadi qta ga perlu takt untuk meraih rejeki yang se galon n berusaha terus..
SEMANGAT (^O^)


Post a Comment
Name:
Email:
Website:
Comments: