“Jengah” (optimis) kalau orang Bali sebut. Begitulah perasaan yang timbul saat ini. “Kapan kamu seperti saya ?”, itu merupakan ungkapan dari seseorang yang menggugah hati saya untuk berusaha. Sebenarnya saya sudah berpikir untuk hal itu namun apa boleh buat, faktor keadaan tidak mendukung untuk hal itu. Siapa sih yang tidak mau maju, pasti semua orang berharap untuk maju kecuali sakit jiwa :D) . Rejeki itu kalau saya ibaratkan seperti air dalam gelas / galon. Apabila kita terlahir ibarat sebuah gelas maka segelas saja kita dapat terisi air dan bila kita terlahir ibarat galon maka segalonlah kita dapat terisi air. Begitu pula dengan rejeki yang kita peroleh dari Tuhan. Tuhan memberikan kita rejeki segalon namun kita hanyalah sebuah gelas maka rejeki yang kita peroleh hanya sepenuh gelas dan sisanya akan tumpah. Berusaha, berusaha dan berusaha merupakan jawaban yang tepat untuk pertanyaan tersebut.
Yup….hanya orang bodoh yang al mau maju. Kunjungi blog saya ya
setuju bli, ini yang membuat kita semakin maju!
Kalau menurut saya, jengah itu bukan optimis artinya. Jengah itu seperti terpacu, terlecut, atau tergugah.
Tapi, saya setuju dengan tulisan anda bli. Diawali dengan jengah, lalu berusaha semampu kita. Diakhiri dengan pasrah (doa) akan lebih baik. *saya kadang alpa di bagian pasrahnya ![]()
bener mas, saya skr dalam persimpangan euy
hai hai hai…
thanx dah berkunjung di blog q.
tulisan di blog kamu bagus banget….
emang bener bgt yang kmu bilang.
jadi qta ga perlu takt untuk meraih rejeki yang se galon n berusaha terus..
SEMANGAT (^O^)